Selasa, 08 November 2011

Macam - Macam Setting/Konfigurasi Pada BIOS


Postingan yang saya buat kali ini adalah tentang settingan dan konfigurasi yang ada pada BIOS, yang mungkin anda belum paham dan belum mengerti perintah apa saja yang ada pada BIOS, disini saya akan menjelaskannya secara rinci apa saja perintah BIOS itu, dan BIOs itu biasanya pada saat kita booting ada perintah untuk menekan tombol apa agar kita bisa masuk pada BIOS, biasanya perintah itu tekan tombol F2, DEL, F9 dll, karena banyak sekali versi BIOS yang berbeda dan tidak semuanya sama. Nah mungkin postingan saya kali ini bisa buat acuan bagi anda jika anda ingin mensetting BIOS atau hanya sekedar ingin tahu, tapi jangan sampai anda salah perintah karena mungkin dapat menyebabkan kita tidak bisa booting masuk pada sistem operasi yang kita miliki di komputer kita. Tapi ada satu perintah jika kita ingin mengembalikan settingan BIOS pada aturan yang semula dan anda dapat baca cara setting BIOS dibawah ini. Saya disini menjelaskan berdasarkan standard BIOS yang ada yang mungkin sudah familiar di kalangan masyarakat luas dan mungkin ada yang berbeda dengan konfigurasi BIOS di bawah ini, mohon maaf.
STANDARD CMOS
Pada menu ini memuat  setting/konfigurasi umum BIOS diantaranya  :
         Date :
            Disini tempat mengatur tanggal yang sesuai untuk real time clock
         Time:
            Disini tempat mengatur waktu yang sesuai untuk real time clock
         IDE Primary Master :
            Digunakan untuk mencocokkan dengan tipe harddisk yang telah terpasang, isikan Cylinder, Head, Sector, PreComp, LandZ, komputer akan otomatis akan memberikan Size yang  sesuai dengan data‑data yang telah dimasukkan.
Jika Pada item ini terdapat pilihan "AUTO", maka akan lebih baik lagi, sebab BIOS akan mendeteksi size, jumlah & letak pemasangan harddisk yang telah terpasang pada PC secara otomatis Jika tak ada item auto, gunakan menu "IDE AutoDetection" pada main menu untuk mendeteksi harddisk yang telah terpasang.
Jika kedua hal tersebut tak ada ( bisanya pada PC model lama ) maka anda harus mengisikan karakteristik ‑ karakteristik harddisk tersebut secara manual.
            Jika PC tak terpasang harddisk maka anda dapat mengganti menjadi "None".
         IDE Primary Slave :
            Digunakan untuk mencocokkan dengan tipe harddisk yang telah terpasang, isikan Cylinder, Head, Sector, PreComp, LandZ, komputer akan otomatis akan memberikan Size yang  sesuai dengan data‑data yang telah dimasukkan.
Jika Pada item ini terdapat pilihan "AUTO", maka akan lebih baik lagi, sebab BIOS akan mendeteksi size, jumlah & letak pemasangan harddisk yang telah terpasang pada PC secara otomatis Jika tak ada item auto, gunakan menu "IDE AutoDetection" pada main menu untuk mendeteksi harddisk yang telah terpasang.
Jika kedua hal tersebut tak ada ( bisanya pada PC model lama ) maka anda harus mengisikan karakteristik ‑ karakteristik harddisk tersebut secara manual.
            Jika PC tak terpasang harddisk maka anda dapat mengganti menjadi "None".
         IDE Secondary Master :
            Digunakan untuk mencocokkan dengan tipe harddisk yang telah terpasang, isikan Cylinder, Head, Sector, PreComp, LandZ, komputer akan otomatis akan memberikan Size yang  sesuai dengan data‑data yang telah dimasukkan.
Jika Pada item ini terdapat pilihan "AUTO", maka akan lebih baik lagi, sebab BIOS akan mendeteksi size, jumlah & letak pemasangan harddisk yang telah terpasang pada PC secara otomatis Jika tak ada item auto, gunakan menu "IDE AutoDetection" pada main menu untuk mendeteksi harddisk yang telah terpasang.
Jika kedua hal tersebut tak ada ( bisanya pada PC model lama ) maka anda harus mengisikan karakteristik ‑ karakteristik harddisk tersebut secara manual.
            Jika PC tak terpasang harddisk maka anda dapat mengganti menjadi "None".
         IDE Secondary Slave :
            Digunakan untuk mencocokkan dengan tipe harddisk yang telah terpasang, isikan Cylinder, Head, Sector, PreComp, LandZ, komputer akan otomatis akan memberikan Size yang  sesuai dengan data‑data yang telah dimasukkan.
Jika Pada item ini terdapat pilihan "AUTO", maka akan lebih baik lagi, sebab BIOS akan mendeteksi size, jumlah & letak pemasangan harddisk yang telah terpasang pada PC secara otomatis Jika tak ada item auto, gunakan menu "IDE AutoDetection" pada main menu untuk mendeteksi harddisk yang telah terpasang.
Jika kedua hal tersebut tak ada ( bisanya pada PC model lama ) maka anda harus mengisikan karakteristik ‑ karakteristik harddisk tersebut secara manual.
            Jika PC tak terpasang harddisk maka anda dapat mengganti menjadi "None".
         Drive A, Drive B :
            Bagian ini untuk mengkonfigurasikan floppy disk drive yang anda gunakan. Pilihan yang ada akan      menentukan ukuran drive, Ukuran yang tersedia 3,5" dan 5,25” sedangkan kapasitasnya mulai dari 360KB, 72OKB, 1.2MB, 1.44MB sampai 2.88MB Pilihlah "None" jika pada PC tak terpasang Floppy Disk Drive.       
         Video :
Seting ini berhubungan dengan jenis Video Card Anda, yang umum adalah "EGA/VGA". Pilihan lain adalah CGA40,CGA80 atau Mono.
         Halt On:
Menentukan apa yang akan menyebabkan PC anda berhenti (halt). Piliban "All Errors" menyebabkan PC anda berhenti jika terjadi kesalahan pada semua komponen Pilihan. "All, but Keyboard"akan menampilkan pesan kesalahan kecuali keyboard. Dan seterusnya. Jika pilihan "No Errors" maka jika ada kesalahan komponen maka anda tak dapat mengetahuinya, sebab PC tak menampilkan kesalahan.


         Memory :
Ini adalah bagian informasi memory yang terpasang pada PC anda. Total memory PC adalah jumlah dari Base memory + Extended memory + Upper Memory Block (UMB)


ADVANCED BIOS FEATURES SETUP

Berisi menu untuk mengatur fasilitas khusus dari program BIOS dan juga konfigurasi yang sangat berpengaruh terhadap performance PC diantaranya :
          Virus Warning :
Digunakan untuk mencegah terjadinya penulisan ke tabel partisi harddisk. Hal ini biasa dilakukan         oleh virus untuk memperbanyak dirinya. Ketika baru akan melakukan installasi OS, sebaiknya pilihlah "disable"                                                                             
          CPU Internal Cache :
Digunakan untuk meng‑enable/Disable CPU Internal Cache (cache Level 1). Cache memory Level 1 umumnya berukuran 16 sampai 64KB, separuh untuk data dan separuh lagi untuk kode perintah. Pastikan pilihan ini pada kondisi "Enable".

          CPU External Cache

            Digunakan untuk meng‑enable/Disable CPU External Cache (cache Level 2). Cache memory Level 2 umumnya berukuran 512KB, tetapi ada juga yang berukuran 64KB (di 386), 128KB (untuk celeron dan 486), 1MB (di Xeon), dan ada yang sampai 8MB (untuk AMD K7 /Athlon). Seperti CPU internal; cache, Pastikan pilihan ini pada kondisi "Enable".
          Quick Power On Self Test (POST) : 
Proses POST adalah proses pemeriksaan komponen‑komponen PC pada saat komputer melakukan cold boot. Jika anda memilih "Enable", harddisk lama dan CDROM belum mencapai keadaan siap kerja ketika proses POST selesai dilaksanakan. Akibatnya harddisk atau CD‑ROM anda akan dilaporkan mengalami kesalahan ketika POST' selesai.
          Boot Sequence:
            Digunakan untuk menentukan urutan media booting yang akan dilakukan. Pilihan yang ada A;C (model PC lama) Prioritas PC akan mencari  system boot di drive A, jika tak ditemukan maka urutan yang kedua yang akan digunakan, begitu pula selanjutnya, sedangkan pilihan-pilihan pada PC model baru diantaranya adalah : A;C;SCSI atau CDROM;Network;LS120.                            
          Swap Floppy Drive;   
Digunakan untuk menukar posisi drive A dan drive B, jika anda membuatnya menjadi "Enable" maka anda dapat melakukan booting floppy dari drive B yang secara logika sudah dibalik menjadi drive A.

          Boot Up Floppy Seek :

Apabila dibuat menjadi "Enable" maka pada saat booting, BIOS akan mencari tahu apakah yang dipergunakan adalah floppy drive 40 track yang lama, atan 80 track yang baru. Tetapi sebaiknya dipilih "Disabe" untuk mempercepat  proses booting.
          Boot Up Numlock Status :
Pilihan "Enable" akan membuat BIOS mengaktifkan fungsi numlock Pada saat booting.

          Boot Up System Speed :

Pilihan"High" akan membuat BIOS mengaktilkan fungsi Turbo Speed pada saat booting. Jika pilihan "normal" maka Speed PC akan dalam keadaan bukan turbo.

          Gate A20 Option :

Menentukan keadaan  dari jalur A20 (address bus jalur no 20). :normal" Menetukan metode yang telah lama dengan menggunakan keyboard controller, Sedangkan ‘fast’ adalah metode yang berlaku dan lebih cepat dengan menggunakan chipset.

          Typematic Rate Setting

Konfigurasi kecepatan penekanan pada keyboard. Apabila dibuat "Enable" maka pilihan berikutnya yaitu "Typematic Rate (Chars/sec)" dan "Typematic Delay (Msec) dapat berpengaruh.
          Security Option :
Menu ini akan berpengaruh  jika di BIOS telah ada passwordnya (kata kunci), Pilihan "Setup" akan menyebabkan password akan ditanyakan ketika akan masuk Setup BIOS sedangkan ke OS tak ada passwordnya. Sedangkan pilihan “System / Always", password akan ditanyakan pada dua kondisi tersebut.

          PS/2 Mouse Function Control           

            Apabila dibuat menjadi "Auto" maka pada saat booting BIOS akan mencari sebuah PS/2 Mouse. Jika pada PC lebih tua menu ini tak ada. Jika anda menggunakan mouse serial (COM 1/2), pilihan lebih baik dibuat "disable".         

          PCI/VGA Palette Snoop        

            Pilihan standardnya adalah "disable", tetapi jika anda menggunakan MPEG card pada slot ISA dan mengalami kesalahan pada palet warna maka ubahlah menjadi "enable".

          OS Selector for DRAM > 64 MB      

Jika menggunakan OS/2 Warp dan memory lebih dari 64 MB maka buatlah menjadi "enable", tetapi jka tidak maka ubahlah menjadi "disable".

ADVANCED CHIP SET FEATURES SETUP

Menu khusus untuk chipset rancangan pabrik pembuat motherboard PC, berisi cara mengatur konfigurasi dan fasilitas teknis lainnya yang jarang sekali diubah. Kalaupun berubah dapat dikembalikan dengan menekan tombol F6/F7, yang akan mengatur konfigurasi yang paling baik untuk PC tersebut.                   
          Auto Configuration :  
Untuk amannya pilihlah "enable" dan anda tinggal memilih DRAM Speed Selection. Sedangkan pilihan "disable" untuk rnemberi anda beberapa pilihan, yang dapat diubah secara manual. Untuk mengubah dengan tepat ikuti panduan berikut : Angka yang lebih kecil biasanya lebih cepat, misalnya 2T lebih cepat dari 3T, 3xxx lebih cepat dari 4xxx, dan enable biasanya lebih cepat dari disable.
          DRAM Speed Selection :
Untuk menetukan kecepatan memori yang digunakan untuk FPM ‑(Fast Page Mode) dan EDO(Extended Data Out). Waktu akses yang biasa digunakan adalah "60 ns" dan "70 ns". 
          System/Video BIOS Cacheable:
Jika dibuat "enable" maka BIOS yang telah di shadow ke RAM dapat di cache oleh cache memory.
8/16 Bit 1/0
          Recovery Time :
Istilah dengan nilai "I". Jika nilai "I" menimbulkan masalah dengan card pada bus  ISA, maka ubahlah menjadi nilai yang lebih tinggi.

INTEGRATED PERIPHERALS

Menu khusus untuk mengatur konfigurasi yang berhubungan I/O dan fasilitas teknis lainnya.
          On Chip Primary PCI IDE :
Digunakan untuk mengaktifkan atau mematikan chanel dari onboard IDE Controller
          On Chip Secondary PCI IDE :
Digunakan untuk mengaktifkan atau mematikan chanel dari onboard IDE Controller
          Block Mode :
Apabila dibuat “enable” atau “auto” atau  “HDD Max" maka BIOS akan menggunakan block mode untuk transfer dari/ke harddisk.
          IDE PIO/UDMA :
 Digunakan untuk memilih mode PIO atau UDMA yang akan digunakan. Pilihan terbaik adalah "auto" karena BIOS akan memilihnya secara otomatis berdasarkan harddisk atau CD / DVD Drive yang terpasang.
          USB Controller :
Digunakan untuk mengaktifikan mematikan channel dari Onboard USB Controller pada motherboard yang mendukung USB.
          Onboard FDC Controller :
Digunakan untuk mengaktifkan atau mematikan channel dari Onboard Floppy Disk Controller pada motherboard.
          Onboard Serial Port 1/2 :
Digunakan untuk mengaktifkan atau mematikan channel dari Onboard Serial Port pada motherboard.
          Onboard Parallel Port :
Digunakan untuk  mengaktifkan atau mematikan channel dari Oriboard Paralel Port pada motherboard.
          Paralel Port Mode :
Pilihan yang ada adalah "SPP", "ECP", dan "EPP". Sebaliknya setting pada “EPP" atau "ECP" untuk perangkat yang model baru, sedangkan pilihin "SPP" untuk  perangkat yang, model lama (misalnya printer dot matrik ).

POWER MANAGEMENT SETUP

Berisi menu untuk mengatur manajemen daya listrik khusus bila dipergunakan sebagai Green PC  yaitu komputer yang berwawasan pada lingkungan hidup dan hemat energi .
          Power Management:
Disini sebaiknya di "disable", atau dapat juga menyalakan seluruh pilihan untuk penghematan energi. Jika anda meng‑enable‑kan, maka akan ada dua pilihan yaitu "Max Saving" dan "Min Saving" sedangkan pilihan "user Define" digunakan untuk melakukan konfigurasi power  management secara manual.
          PM Controlled by APM:
Bila anda memakai system operasi yang disertai Advanced Power Management (Win9x) maka anda dapat memilih "Yes" untuk automatisasi penghematan energi.
          Video Off Method :
Pilihan "Blank Screen", akan mengirimkan tarrpilan kosong ke monitor Pilihan “V/H‑Sync+Blank", akan mematikan sinyal‑sinyal sinkronisasi. Pilihan "DPMS Support" menentukan bahwa display adapter dan monitor diarahkan pada VESA Display Power Managemen Signaling.
          Modem Use IRQ :
Untuk rnenentukan IRQ yang digunakan oleh modem yang ada. Agar PC dapat menerima faksimile.
          Doze/standby/Suspend Mode:
            Pada mode "Doze" hanya prosesor dan harddisk yang dimatikan, mode "Standby" mematikan harddisk dan monitor, sedangkan mode "Suspend" akan mematikan semua komponen.
          HDD Power Down :
Menentukan berapa lama waktu yang diberikan bagi harddisk untuk tidak bekerja sebelum dimatikan oleh bios secara software.

PNP/PCI CONFIGURATION

Berisi menu untuk mengatur manajemen Interface / Card Ekternal yang akan ditambahkan pada PC.        
          PNP OS Installed :
Jika memilih "Yes" maka BIOS akan mengurus pemberian IRQ, DMA dan I/O hanya pada saat booting.
          Reset Controlled By :
Pilihan yang diberikan adalah "Auto" dan "Manual". Jika ada beberapa hardware yang tidak Plug & Play ada baiknya anda memilih "Manual" dan anda harus mengkonfigurasikan masing‑masing IRQ dan DMA secara manual.
          Reset Configuration Data :
Digunakan untuk menghapus data PnP yang tersimpan pada blok ESCD (Extended System Configuration Data ).
          PCI IRQ Activated By :
            Digunakan menentukan cara mengaktitkan IRQ pada bus PCI. Pilihan yang ada yaitu "Level" dan "Edge". Defaultnya adalah "Level", pada beberapa card diperlukan pilihan "Edge".
          Slot X Using INT#  :
            Menentukan IRQ yang digunakan oleh card yang terpasang pada masing­ masing slot PCI. Sebaiknya pilih "Auto"
          PCI IRQ Map To :
Dalam pilihan menu ini, alokasikan IDE pada Interrupt 14 dan 15 yang klasik.
          1st / 2nd / 3rd / 4 th Available :
Pada pilihan yang jarang ini anda dapat melakukan pengalokasian interrupt, apabila pengalokasian dengan "Auto" tidak memberikan yang diinginkan.
          Primary/Secondary IDE INT# :
Disini ditentukan PCI Interrupt mana yang harus dipergunakan oleh setiap IDE channel
          Used MEM Base Addr :
Option ini akan menyediakan ruang di memori utama di daerah sektor upper memori, misalnya untuk beberapa network card ISA yang tua

LOAD BIOS DEFAULTS

Menu ini dipilih jika menghendaki konfigurasi yang akan digunakan secara tidak optimal atau menonaktifkan high performance, nilai ini disimpan di BIOS ROM (nilai default yang permanen). Pilihan ini setara dengan menekan tombol F6 pada menu lain.

LOAD SETUP DEFAULTS

Menu ini dipilih jika menghendaki konfigurasi paling cocok untuk PC yang akan. Digunakan secara optimal. Pilihan ini setara dengan menekan tombol F7 pada menu lain.

PASSWORD SETTING

Menu untuk mengubah, memasang dan menghapus password. Password yang dapat diberikan terbatas untuk keperluan mernasuki sistern (booting) dan ketika melakukan perubahan konfigurasi (setup). Menu ini dikendalikan juga lewat Bios Features Setup pada bagian Security Option.


IDE AUTO DETECTION

Untuk mendeteksi parameter harddisk jenis IDE secara otornatis pada tipe 47, yang meliputi : Cylinder. Head, Pre‑Compression, Landing Zone, Sector dan Size. Gunakan pilihan ke mode LBA jika HDD > 512MB.

SAVE & EXIT SETUP

Digunakan untuk menyimpan nilai‑nilai perubahan konfigurasi ke dalam chip CMOS, lantas keluar dari fasilitas Setup BIOS dan booting ulang secara otornatis


EXIT WITHOUT SAVING

Digunakan untuk menggagalkan nilai‑nilai perubahan konfigurasi, lantas keluar dari fasilitas Setup BIOS dan bootinq secara  otomatis.


Nah dengan penjelasan diatas mungkin anda akan mengerti tentang BIOS dan cara menyettingnya. Semoga bermanfaat ilmu yang saya berikan kali ini, Trimsz !!!

0 komentar:

Posting Komentar

Silahkan Anda Berkomentar Di Blog Ini, Komentar Anda Sangat Membantu Untuk Blog Ini Menjadi Maju dan Bisa Di Cintai oleh Pengunjung.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More